KOTABARU, KALSEL | TAKAM5.COM — Penantian panjang itu akhirnya terbayar. Setelah berminggu-minggu tidak dapat bertemu dengan anaknya selama menjalani latihan dan masa karantina, Syamsir Alam akhirnya kembali melihat putranya, M. Rizqi, berdiri tegap mengenakan seragam Paskibraka.
Momen tersebut menjadi sangat emosional bagi Syamsir. Di tengah suasana pengukuhan 42 anggota Paskibraka Kabupaten Kotabaru Tahun 2026 oleh Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli, S.Sos., di Gedung Parisbarantai, Sabtu (15/8/2026), rasa rindu yang selama ini terpendam seolah terbayar lunas.
“Kami hari ini merasa sangat terharu dan bangga terhadap anak kami, M. Rizqi. Setelah sekian lama menunggu, terutama selama masa latihan dan karantina, orang tua tidak dapat bertemu langsung dengan anak-anak. Hari ini, rasa rindu dan kebanggaan kami akhirnya terobati setelah melihat mereka dikukuhkan sebagai anggota Paskibraka,” ujar Syamsir.
Bagi pria yang juga berprofesi sebagai wartawan lokal tersebut, keberhasilan M. Rizqi tidak diraih dengan mudah. Terdapat proses panjang yang harus dilalui, mulai dari seleksi, latihan intensif, hingga masa karantina yang membuat orang tua harus menahan keinginan untuk bertemu dengan anak.
“Bagi kami sebagai orang tua, ini merupakan puncak dari perjuangan mereka. Melihat mereka berhasil sampai pada tahap ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” katanya.
Di balik rasa bangga tersebut, ia juga menyadari besarnya peran berbagai pihak yang telah membimbing para pelajar hingga mencapai momen pengukuhan.
“Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kesbangpol, para pembina, pelatih, serta seluruh pihak yang terlibat. Selama masa karantina dan pelatihan, mereka telah memberikan pembinaan dan pendampingan dengan baik hingga anak-anak kami dapat sampai pada hari pengukuhan ini,” tuturnya.
Sebanyak 42 pelajar terbaik Kabupaten Kotabaru kini siap menjalankan tugas pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Kotabaru, 17 Agustus 2026.
Bagi Syamsir dan para orang tua lainnya, hari pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni. Momen itu menjadi titik temu antara penantian, doa, dan perjuangan anak-anak mereka, saat melihat putra-putri berdiri tegap membawa kebanggaan bagi keluarga dan Kabupaten Kotabaru.(*)





