Kotabaru, Kalsel | TAKAM5.COM — Ratusan warga memadati Desa Sahapi, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, dalam rangkaian pawai ta’aruf dan pengukuhan dewan hakim Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) Ke-IX tingkat kecamatan Kelumpang hilir, Minggu (8/2/2026).
Prosesi pengukuhan dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kelumpang Hilir, Lanjar Titi Sumarni, S.E., M.M. Di hadapan para undangan, ia memimpin pengambilan sumpah dewan hakim sebelum kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan peserta pawai.
Pelepasan ditandai dengan pengibasan bendera start oleh camat, disaksikan unsur Forkopimcam serta didampingi anggota DPRD Kabupaten Kotabaru, Syahrani Andai.
Dalam sambutannya, Lanjar menegaskan bahwa terselenggaranya MTQ tingkat kecamatan tahun ini merupakan hasil kebersamaan seluruh desa di Kelumpang Hilir. Ia menyebut kegiatan sempat menghadapi kendala keterbatasan anggaran pada tahun sebelumnya, namun berkat dukungan dan kekompakan para kepala desa, pelaksanaan akhirnya dapat diwujudkan pada 2026 dengan Desa Sahapi sebagai tuan rumah.
Camat juga menyinggung karakter Desa Sahapi yang memiliki wilayah cukup luas dengan jumlah penduduk sekitar 400 hingga 500 jiwa. Meski demikian, semangat gotong royong masyarakat dinilai luar biasa sehingga mampu mempersiapkan kegiatan berskala kecamatan.
“Tanpa dukungan semua pihak dan kebersamaan sembilan desa, acara ini tidak mungkin terlaksana,” ujarnya.
Ia berharap MTQ tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi mampu melahirkan generasi Qurani, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan semangat masyarakat dalam membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Usai prosesi, pawai ta’aruf diberangkatkan dari depan Kantor Desa Sahapi. Rombongan kemudian mengelilingi jalan desa dengan jarak kurang lebih tiga kilometer, diiringi persembahan instrumen Mars MTQ dan Assalamualaikum oleh drumband MTs Sabiilul Muttaqiin.
Gerimis yang sempat turun tidak mengurangi antusiasme peserta. Wajah ceria tampak dari para kafilah yang terdiri dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga para tokoh masyarakat yang mewakili desa masing-masing.
Adapun sembilan desa yang ambil bagian yakni Desa Sahapi, Tegalrejo, Langadai, Serongga, Tarjun, Mandala, Pulau Panci, Plajau Baru, dan Telagasari.(*)








