Daftar Isi: [Sembunyikan] [Tampilkan]

Kotabaru, Kalsel | TAKAM5.COMProgram pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Prodi Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Banjarmasin berhasil dilaksanakan di Desa Tanjung Pelayar, Kecamatan Tanjung Selayar, Kabupaten Kotabaru. Program yang berlangsung pada 10 hingga 12 Januari 2025 ini menargetkan peningkatan kesehatan ibu dan anak di desa tersebut.

Tujuh mahasiswa yang terlibat dalam program ini adalah Ambul Putri Pramono, Mardiana, Raudatul Jannah, Selvia Rosluniwati, Siti Misbah, Sumariati, dan Yulia Mukhdarina. Mereka dibimbing oleh Kepala Puskesmas Tanjung Selayar serta dosen pembimbing dari Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. Program ini melibatkan masyarakat dari RT 01 hingga RT 06 Desa Tanjung Pelayar, yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, pasangan usia subur (PUS), serta remaja.

IMG 20250114 WA0007 11zon

Tiga Inovasi Kesehatan yang Diimplementasikan:

1. DIARE SMART (Diare Sembuh dengan Makanan dan Air Rehidrasi)

Program ini memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya rehidrasi untuk mengatasi diare, dengan demonstrasi pembuatan larutan oral rehidrasi yang sederhana dan murah.

2. ZAT BESI BERSAMA (Kampanye Zat Besi untuk Remaja)

Program ini melibatkan penyuluhan dan workshop memasak makanan kaya zat besi guna mencegah anemia pada remaja. Booklet edukasi dan resep bergizi dibagikan agar peserta dapat menerapkannya di rumah.

3. POSYANDU PLAY (Posyandu yang Menyenangkan)

Program ini mengubah Posyandu menjadi tempat yang interaktif dan edukatif bagi anak-anak dan orang tua, dengan tujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kesehatan.

Keberhasilan program ini tidak terlepas dari peran serta Kepala Puskesmas Tanjung Selayar, aparat desa, kader kesehatan, dan masyarakat setempat. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan ibu dan anak, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.

“Dengan program ini, kami berharap Desa Tanjung Pelayar dapat melahirkan generasi yang lebih sehat dan mandiri,” ujar salah satu mahasiswa. Melalui kolaborasi dan inovasi yang solid, program ini menjadi contoh pemberdayaan masyarakat yang efektif di tingkat desa, dengan harapan bisa menginspirasi desa-desa lain untuk mengikuti jejak.suksesnya. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *