Daftar Isi: [Sembunyikan] [Tampilkan]

    Tanah Bumbu | TAKAM5.COM – Menjelang pertengahan April 2025, ketidakpastian terkait pelaksanaan Pesta Laut atau Mappanretasi di Pantai Pagatan mulai menimbulkan keresahan di tengah pelaku UMKM. Agenda tahunan yang selama ini menjadi magnet ekonomi warga pesisir itu, hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda bakal digelar.

    Pelaku Usaha Kecil Waswas, Pesta Laut Pagatan Belum Ada Kepastian

    Biasanya, kawasan Pantai Pagatan sudah mulai ramai sejak awal bulan. Pedagang mulai menata lapak, menyusun dagangan, hingga memesan lokasi strategis untuk berjualan. Namun tahun ini, suasana justru sepi. Tak ada geliat seperti biasanya.

    “Kami bingung, Om. Sampai sekarang belum ada info jelas dari panitia atau pemerintah. Padahal biasanya kami sudah mulai jualan dari minggu pertama April,” ujar Rini, pedagang makanan khas Pagatan yang biasa mangkal di sekitar lapangan bola.

    Bagi para pelaku UMKM lokal, Mappanretasi bukan sekadar tradisi tahunan. Lebih dari itu, momen ini menjadi harapan besar untuk mengangkat pendapatan yang biasanya melonjak tajam saat perhelatan berlangsung. Tidak hanya pedagang kuliner, penyedia wahana permainan, jasa sewa perahu hingga pelaku seni tradisional juga turut menggantungkan harapan pada pesta laut.

    “Kalau tahun lalu saja kami bisa meraup omzet jutaan dalam seminggu. Sekarang kami bahkan tak tahu apakah acara ini jadi atau tidak,” keluh Herman, pemilik wahana permainan anak-anak.

    Pesta Laut Pagatan selama ini dikenal sebagai bentuk rasa syukur masyarakat nelayan atas hasil laut yang melimpah. Dalam perjalanannya, tradisi ini pernah menjadi agenda pariwisata nasional, menyedot perhatian dari tamu-tamu penting hingga kalangan wisatawan luar daerah. Tak heran jika gaungnya begitu besar di hati masyarakat Tanah Bumbu.

    Namun kini, tanpa kejelasan jadwal dan informasi resmi dari pemerintah setempat, masyarakat hanya bisa menebak-nebak. Sementara waktu terus berjalan, dan para pelaku UMKM kian khawatir momentum ini akan berlalu begitu saja.

    “Kalau memang tidak jadi, ya bilang saja. Tapi kalau mau digelar, ya tolong diumumkan dari sekarang. Kami ini perlu waktu untuk persiapan,” kata Rini menambahkan.

    Di tengah gempuran zaman dan perubahan cara hidup masyarakat, ketegasan pemerintah dalam merawat tradisi seperti Mappanretasi menjadi krusial. Bukan hanya untuk menjaga warisan budaya, tapi juga untuk memastikan denyut ekonomi rakyat kecil terus berlanjut.

    (*/Team)

    Bagikan:

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *