Kotabaru, Kalsel | Takam5.com – Kepala Desa Langadai, Kecamatan Kelumpang Hilir, Muhammad Ali Fitri, bergerak cepat dalam mencegah stunting, gizi buruk, serta potensi penyebaran penyakit menular seperti Tuberkulosis (TBC) di wilayahnya. Dibantu Puskesmas setempat, kader Posyandu, dan dukungan sejumlah perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Ali Fitri langsung turun tangan melakukan pendataan, pendampingan gizi, hingga mengupayakan akses pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak dan warga yang rentan. Langkah-langkah ini menjadi respons nyata atas minimnya tenaga medis dan terbatasnya pemahaman masyarakat soal gizi dan kesehatan.

IMG 20250604 WA0039 11zon

Ia mengungkapkan, pada awalnya pemerintah desa hanya mendata dua anak yang mengalami stunting. Namun, setelah dilakukan pendataan lanjutan bersama Puskesmas, BPD, dan kader Posyandu, pada Sabtu (24/5/25) ditemukan bahwa jumlah anak dengan gejala stunting mencapai 13 orang. Setelah proses verifikasi melalui penimbangan dan pengukuran ulang tinggi serta berat badan, didapati bahwa 8 anak benar-benar masuk kategori stunting. Langkah ini menjadi penting agar bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah desa tidak tinggal diam. Ali Fitri menjelaskan bahwa pihaknya aktif menggandeng perusahaan sekitar seperti PT Smart Tbk dan Indocement untuk memberikan bantuan melalui program CSR. Bantuan berupa susu, makanan tambahan, vitamin, hingga obat-obatan sudah mulai disalurkan ke warga. Bahkan, ada dukungan untuk membawa anak-anak melakukan pemeriksaan langsung ke dokter spesialis anak. Keterlibatan perusahaan ini sangat membantu mengingat terbatasnya anggaran desa dan minimnya tenaga medis yang tersedia secara permanen.

IMG 20250604 WA0037 11zon

Bidan desa setempat, Siti Nurhalija, menyampaikan bahwa kini pola kerja pelayanan kesehatan lebih aktif dan tidak lagi pasif menunggu warga datang ke posyandu. Ia bersama tim justru melakukan pendekatan jemput bola, mendatangi langsung warga untuk penimbangan dan pemeriksaan anak-anak. Salah satu strategi jangka pendek yang diterapkan adalah pemberian makanan tambahan (PMT) lokal dengan memanfaatkan bahan pangan yang mudah didapat, seperti ikan laut dan buah-buahan lokal sebagai sumber gizi utama. Menurutnya, mayoritas kasus stunting di Langadai bukan karena kemiskinan, melainkan kurangnya pemahaman orang tua tentang pentingnya asupan gizi yang seimbang. Bahkan ada kasus stunting yang terjadi di keluarga mampu, tetapi anaknya tetap kekurangan gizi karena pilih-pilih makanan.

IMG 20250604 WA0033 11zon

Pemerintah desa juga turut membantu keluarga tidak mampu dalam hal pembiayaan pengobatan dan pengurusan BPJS. Selain itu, masalah kesehatan lain yang turut disoroti adalah potensi penyebaran TBC. Sebanyak 40 warga telah diambil sampel dahaknya untuk diuji. Dari 16 hasil yang sudah keluar, seluruhnya dinyatakan negatif. Namun proses ini tidak berjalan mulus karena terdapat kendala teknis maupun mentalitas awal sebagian perangkat desa yang enggan menjalankan program karena dianggap berat. Setelah dilakukan dialog intensif bersama pihak Puskesmas dan warga, akhirnya program ini bisa berjalan.

Perwakilan dari PT Smart Tbk Tarjun, Khalid, menegaskan bahwa pihak perusahaan selalu terbuka membantu sektor kesehatan masyarakat sepanjang disesuaikan dengan peran masing-masing. Menurutnya, kesehatan memang menjadi bagian dari program CSR mereka, namun peran perusahaan lebih kepada pendukung, bukan pelaksana utama. PT Smart juga memiliki fasilitas klinik, tenaga dokter dan perawat yang bisa dilibatkan dalam kegiatan di desa apabila telah melalui komunikasi resmi dengan pihak manajemen. Ia menyebut kemungkinan dokter perusahaan bisa turut serta dalam kegiatan posyandu atau sweeping kesehatan warga sangat terbuka, asalkan dikoordinasikan dengan baik.

Ali Fitri menyimpulkan bahwa tantangan utama yang dihadapi desanya adalah minimnya pengetahuan masyarakat tentang gizi dan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Namun ia mengaku optimistis karena kini kesadaran warga mulai tumbuh setelah ada pelibatan berbagai pihak. Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat, perusahaan, dan tenaga kesehatan adalah kunci utama yang harus terus dijaga. Harapan besar pun dipasang agar kelak tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing.

“Semangat warga luar biasa, tinggal bagaimana kita semua terus jaga kolaborasi ini. Dukungan perusahaan, tenaga kesehatan, dan kesadaran masyarakat jadi kunci utama,” tuturnya. Rabu, (4/6/25) di kantor desa langadai

Seorang ibu warga setempat juga membagikan pengalamannya saat mendampingi anak yang sempat mengalami stunting. “Awalnya anak saya susah makan, cuma mau jajan di warung. Tapi setelah didampingi dan dibantu, alhamdulillah sekarang sudah mau makan nasi dan minum susu. Berat badannya juga naik,” katanya. Ia mengaku terus berupaya agar anaknya bisa makan dengan baik sambil dibantu oleh program pemerintah dan dukungan dari aparat desa. “Kami dibantu dan disupport oleh aparat desa, bahkan ada juga bantuan dari pihak perusahaan. Terima kasih kepada semua yang sudah peduli,” tambahnya.

Menurutnya, pemahaman tentang pentingnya gizi kini mulai ia sadari. “Sekarang saya tahu, anak harus diberi makanan bergizi seperti protein, lemak, ayam, sayur, termasuk makanan bersantan. Itu semua penting untuk tumbuh kembangnya,” tuturnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *