Jakarta | Takam5.com – Pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Indonesia masa bakti 2026–2031 berlangsung semarak di Alun-Alun Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat, Rabu (22/7/2026) malam. Selain menjadi agenda nasional yang dirangkai dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) PKB, pelantikan kali ini juga menampilkan kekayaan budaya Nusantara melalui busana adat yang dikenakan para pimpinan daerah.

Sekretaris DPC PKB Tanah Bumbu, H. Muhammad Haris Fadillah, mengatakan pelantikan serentak tersebut menjadi momen yang istimewa karena diikuti seluruh pimpinan DPC PKB dari berbagai daerah di Indonesia dalam satu kegiatan nasional yang juga dirangkaikan dengan bimbingan teknis (Bimtek).

“Pelantikan saat ini memang luar biasa, karena kita dilantik di Jakarta, sekalian Harlah dan Bimtek,” ujar Haris.

Ia menjelaskan, pelantikan kali ini memiliki nuansa berbeda dibandingkan sebelumnya. Jika biasanya pelantikan dilaksanakan di daerah masing-masing dengan mengenakan atribut partai, kali ini para pimpinan DPC diberikan kesempatan menampilkan identitas budaya daerah melalui busana adat.

“Kalau sebelum-sebelumnya kita dilantik di kabupaten masing-masing dan pakaiannya adalah pakaian partai. Nah, kalau saat ini kita membawa baju adat masing-masing daerah,” katanya.

Menurut Haris, kebijakan tersebut mencerminkan semangat keberagaman yang menjadi kekuatan PKB. Para kader dari berbagai suku, budaya, dan agama hadir dalam satu forum nasional dengan tetap membawa identitas daerahnya masing-masing.

“Dari Sabang sampai Merauke itu kan berbeda-beda. Nah, itulah keberagaman kita di Partai PKB. Bermacam-macam suku ada di dalamnya, bermacam-macam agama juga ada di dalamnya,” ujarnya.

Dari Kabupaten Tanah Bumbu, identitas budaya ditampilkan melalui busana adat bernuansa tenun Pagatan yang dikenakan Ketua dan Sekretaris DPC PKB Tanah Bumbu. Unsur khas tenun Pagatan tampak pada kopiah dan sarung yang digunakan sebagai bagian dari pakaian adat tersebut.

“Kalau kita dari Pagatan, ada ciri khas tenunnya. Kopiah kita tenun dan sarungnya juga sebagian tenun Pagatan,” jelas Haris.

Dalam pelantikan tersebut, setiap DPC diwakili oleh tiga unsur pimpinan, yakni ketua, sekretaris, dan bendahara. Namun, khusus representasi budaya Tanah Bumbu, busana adat dikenakan oleh Ketua dan Sekretaris DPC sebagai simbol identitas daerah.

Haris menilai pelantikan serentak yang dihadiri seluruh pimpinan DPC dari berbagai provinsi memberikan suasana yang jauh lebih semarak dibandingkan pelantikan sebelumnya.

“Lebih ramai karena seluruh Indonesia dilantik. Ada kebersamaan, semuanya terkumpul di sini,” tuturnya.

Pelantikan pimpinan DPC PKB se-Indonesia masa bakti 2026–2031 menjadi bagian dari rangkaian peringatan Harlah PKB yang dipusatkan di Jakarta. Acara tersebut juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube DPP PKB, sehingga dapat disaksikan kader dan masyarakat dari berbagai daerah.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *