Kotabaru | TAKAM5.COM – Momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menjadi ruang refleksi bagi banyak pihak, termasuk legislator daerah. Anggota DPRD Kotabaru, Rahmad, menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya para guru honorer yang selama ini belum mendapatkan kepastian status.
“Pokoknya saya siap memperjuangkan tenaga honor yang belum berstatus Insenda dan belum lulus PPPK,” ujar Rahmad. Jumat (2/5/2025).
Menurut Rahmad, kesenjangan kesejahteraan masih menjadi persoalan serius bagi para tenaga pendidik non-ASN. Ia menilai perjuangan itu bukan sekadar janji politik semata.
“Bukan janji, tapi sudah saya buktikan,” tegasnya.
Salah satu bukti konkret datang dari pengalaman Sarijo, guru honorer di SDN 2 Sengayam, Kecamatan Pamukan Barat. Mengabdi sejak 2 Agustus 2008, Sarijo mengaku baru mendapat pengakuan sebagai guru Insenda mulai Januari 2025. Ia menyebut Rahmad sebagai sosok yang banyak membantu proses tersebut.
“Berkat bantuan Pak Rahmad saya sudah masuk Insenda. Terima kasih Pak Rahmad,” katanya.
Hal serupa juga dirasakan Evaniati, guru honorer di sekolah yang sama. Mengajar sejak 25 Juli 2018 sebagai tenaga honorer sekolah, kini ia resmi terdaftar sebagai guru Insenda.
“Terima kasih Pak Rahmad, sehat dan sukses selalu,” ucapnya penuh haru.
Langkah Rahmad ini dianggap sebagai bentuk nyata keberpihakan terhadap tenaga pendidik yang kerap kali berada di lapis bawah sistem pendidikan. Perjuangan yang bukan hanya berhenti pada wacana, melainkan hadir dalam realita keseharian para guru. (Ril/*)





