Banjarmasin, Kalsel | TAKAM5.com — Rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Tanah Kambatang Lima menunjukkan progres signifikan. Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, secara resmi telah melayangkan surat usulan persetujuan kepada DPRD Provinsi Kalsel untuk segera memparipurnakan pemekaran wilayah tersebut dari kabupaten induk, Kotabaru.

Langkah cepat orang nomor satu di Kalsel itu disambut positif oleh banyak pihak, termasuk Anggota DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin. Pria yang akrab disapa Bang Dhin ini menilai sikap Gubernur merupakan bentuk komitmen nyata dalam merespons aspirasi masyarakat di akar rumput.

“Kami mengapresiasi langkah cepat Gubernur Sahbirin Noor yang telah menyerahkan usulan ini ke DPRD. Ini adalah sinyal kuat bahwa pemekaran Tanah Kambatang Lima bukan sekadar wacana, tapi sudah di depan mata,” ujar Bang Dhin dalam keterangannya, Selasa (26/3).

Menurutnya, pemekaran wilayah ini menjadi kebutuhan mendesak mengingat luas wilayah Kabupaten Kotabaru yang sangat masif. Ia menekankan bahwa kehadiran DOB bukan hanya soal administratif, melainkan jembatan untuk memperpendek jarak pelayanan publik serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pesisir dan kepulauan.

Pihak legislatif kini tengah bersiap menjadwalkan rapat paripurna guna memberikan persetujuan kolektif. Bang Dhin meyakini, dengan adanya dukungan penuh dari eksekutif, proses di tingkat provinsi akan berjalan mulus sebelum nantinya dibawa ke level nasional atau Kementerian Dalam Negeri.

“Tugas kami di DPRD adalah mengawal agar proses paripurna ini berjalan lancar. Masyarakat daratan Kotabaru sudah cukup lama menantikan momentum ini agar pengelolaan potensi daerah bisa lebih maksimal dan mandiri,” imbuhnya.

Sebelumnya, dokumen persyaratan pembentukan DOB Tanah Kambatang Lima telah dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat teknis maupun administratif. Jika disetujui dalam rapat paripurna mendatang, maka gerbang menuju kemandirian daerah bagi warga di 12 kecamatan Daratan Kotabaru tersebut akan terbuka lebar.

Pemekaran Tanah Kambatang Lima diproyeksikan akan mencakup sejumlah wilayah strategis yang memiliki potensi besar di sektor kelautan, perkebunan, hingga pertambangan, yang selama ini dinilai memerlukan manajemen birokrasi yang lebih dekat dan efisien. (Ril)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *