Tegalrejo, Kotabaru | Takam5.com — Suasana khidmat dan dipenuhi rasa haru melingkupi Lapangan 11 Maret Desa Tegalrejo saat Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung pada Senin (17/8/2026). Angin sepoi-sepoi menyapu lapangan yang dipadati ratusan warga, menciptakan riak semangat kebangsaan yang begitu terasa di antara jajaran Forkopimcam, para kepala desa se-Kecamatan Kelumpang Hilir, tokoh agama, hingga tokoh pemuda yang hadir memenuhi barisan undangan.
Di sudut tribun kehormatan, pandangan tak pernah lepas menatap keteguhan langkah para anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra). Deretan orang tua anggota Paskibra tampak memendam getar haru dan bangga yang membuncah. Linangan air mata bahagia tak membendung tatkala buah hati mereka melangkah penuh kepastian menjalankan tugas mulia di tengah lapangan. Suasana kian semarak dan megah dengan kehadiran para tamu undangan yang tampil anggun mengenakan aneka pakaian adat nusantara, menyerlahkan kekayaan ragam budaya yang menyatu dalam satu simfoni kemerdekaan.
Puncak keheningan yang menggetarkan dada terjadi saat Camat Kelumpang Hilir, Lanjar Titi Sumarni, S.E., M.M., berdiri tegap di atas mimbar utama bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dengan penuh keagungan, Lanjar menyerahkan Sang Saka Merah Putih kepada pembawa baki Paskibra. Momen sakral ini disusul dengan penghormatan setinggi-tingginya kepada bendera pusaka yang diiringi gema nada perkasa dari penampilan marching band siswa-siswi sekolah setempat. Suara trompet dan tabuhan drum yang membahana berpadu indah dengan ayunan langkah presisi Paskibra yang membentuk Formasi Garuda, membentang megah di tengah lapangan bagai kepakan sayap gagah yang menjaga keutuhan negeri.
Ditemui usai memimpin jalannya pengibaran bendera, Camat Kelumpang Hilir, Lanjar Titi Sumarni, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mensukseskan peringatan tahunan ini.
“Saya sangat terharu dan bangga melihat semangat persatuan seluruh masyarakat Kelumpang Hilir hari ini. Mulai dari jajaran Forkopimcam, para kepala desa, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga para orang tua Paskibra yang hadir memberikan dukungan penuh,” ujar Lanjar saat diwawancarai usai upacara.
Lanjar secara khusus memberikan pujian tinggi kepada jajaran Paskibra yang tampil memukau dengan Formasi Garuda. Menurutnya, kedisiplinan para pelajar tersebut merupakan cerminan karakter generasi muda yang cinta tanah air.
“Anak-anak Paskibra kita menunjukkan performa yang luar biasa. Kirab bendera dengan Formasi Garuda tadi begitu anggun dan presisi. Ini membuktikan bahwa generasi muda kita memiliki kedisiplinan dan rasa cinta tanah air yang sangat besar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Lanjar menyoroti semaraknya pertunjukan seni daerah serta keberagaman busana adat yang dikenakan oleh para tamu undangan. Hal tersebut dinilainya sebagai modal sosial yang sangat berharga dalam menjaga persatuan di tingkat kecamatan.
“Kehadiran seni daerah, penampilan marching band siswa-siswi kita, serta aneka busana adat yang dikenakan para tamu undangan menegaskan betapa kayanya budaya kita. Kemerdekaan ini harus kita isi dengan terus menjaga toleransi, gotong royong, dan sinergi membangun daerah kita agar semakin maju,” pungkas Lanjar.
Kemeriahan usai upacara berlanjut dalam balutan pesta budaya yang menyulut tepuk tangan riuh dan gelak tawa kebersamaan dari seluruh lapisan masyarakat. Rangkaian peringatan detik-detik proklamasi di Kecamatan Kelumpang Hilir ini kemudian ditutup pada sore hari melalui upacara penurunan Sang Merah Putih yang dipimpin secara tegas dan khidmat oleh Komandan Rayon Militer (Danramil) setempat.







