Kotabaru, Kalsel | Takam5.com – Menanggapi kerusakan jembatan kecil di Desa Stagen, Kecamatan Pulau Laut Utara, yang disebut kerap dilintasi truk batu bara dan mobil tangki menuju Pelabuhan Pelindo, pihak Pelindo III Kotabaru angkat bicara.

Dihubungi Takam5.com, Humas Pelindo III Kotabaru, Dedikasi Daeli menegaskan bahwa jalur tersebut merupakan infrastruktur milik pemerintah daerah, sehingga bukan menjadi tanggung jawab Pelindo.

Baca juga: Ahmad: Dua Pengendara Celaka di Jembatan Rusak, Truk Batubara dan Tangki Sering Lewat

IMG 20250411 WA0046 11zon
Tumpukan kecil batubara dan Timbangan batubara di samping pos jaga security Pelindo Desa Stagen, Kotabaru. Kalsel (Foto Dok: takam5.com)

“Masalah jalan itu di luar tanggung jawab kami. Itu kan sudah jalan Pemda,” ujar Dedi, sapaan akrabnya, saat diwawancarai baru-baru ini, Jum’at (11/4/25).

Dedi juga membantah anggapan bahwa hanya truk batu bara yang menjadi penyebab beban berat di jalur tersebut. Menurutnya, kendaraan pengangkut tangki bahan bakar milik perusahaan lain juga rutin melintasi rute itu dan memiliki muatan yang jauh lebih besar.

“Truk tangki itu ke AKR dan juga ke Seberang Feri Tarjun. Muatan paling berat justru dari tangki, bisa sampai 10 ribu liter. Sedangkan batu bara itu hanya 5 ton,” terangnya.

Terkait aktivitas perusahaan tambang, Dedi menegaskan bahwa Pelindo hanya melayani mitra yang memiliki kontrak resmi dan dokumen legal. Salah satu perusahaan yang masih aktif menggunakan layanan Pelindo adalah PT Borneo Swasta Mandiri milik Haji Muksin.

“Yang penting dari sisi kami, semua sudah sesuai kontrak dan legal. Kalau soal asal batu bara, silakan konfirmasi langsung ke pihak pemilik barang. Itu bukan kewenangan kami,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini hanya satu perusahaan tambang yang masih aktif melakukan pengiriman lewat Pelabuhan Pelindo. “Tinggal satu saja sekarang, yang lain sudah berhenti sejak Oktober tahun lalu,” tambah Dedi.

Sekadar informasi, di area stokpile Pelindo saat ini diperkirakan terdapat sekitar 7.000 ton batu bara berkalori tinggi yang siap untuk dimuat.

Sebelumnya, warga Desa Stagen mengeluhkan kondisi jembatan rusak di jalan milik Pemda yang menjadi jalur utama angkutan logistik ke Pelabuhan Pelindo dan kapal feri rute Stagen–Tarjun. Jembatan yang terletak setelah tikungan tajam itu telah memicu dua kecelakaan dan hingga kini belum diperbaiki.

(*/Tim)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *