KOTABARU, KALSEL | TAKAM5.COM — Koperasi Maju Sejahtera Asri mempertanyakan kesempatan pengusaha lokal untuk terlibat dalam penyediaan armada penunjang operasional di wilayah tambang PT Sebuku Coal Group (SCG)
Keberatan itu disampaikan Ketua Koperasi Maju Sejahtera Asri, Candra, setelah melakukan pertemuan dengan Penanggung Jawab Operasional (PJO) PT Hanwha Mining Services Indonesia (HMSI).
Dalam pertemuan tersebut, pihak PJO menyampaikan bahwa kebutuhan armada penunjang operasional untuk sementara masih mencukupi sehingga belum ada penambahan unit.
Candra mengaku menghormati penjelasan tersebut. Namun, ia kemudian mempertanyakan kondisi di lapangan setelah koperasinya melakukan pemantauan terhadap sejumlah armada yang menurut pengamatannya berasal dari luar wilayah Ring 1.
“Kami sangat menghormati penjelasan Bapak PJO. Kami paham manajemen armada ada hitungannya dan kami menghargai keterbukaan beliau,” kata Candra.
Menurut Candra, persoalan yang ingin disampaikan koperasi bukan semata-mata soal ada atau tidaknya penambahan armada. Lebih dari itu, koperasi mempertanyakan kesempatan yang diberikan kepada pengusaha lokal, khususnya masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional tambang.
“Kami lihat plat dan domisili vendornya bukan dari Ring 1. Ini menjadi catatan kami. Kami warga Ring 1 yang setiap hari merasakan jadi penonton selama perusahaan ada di kampung kami, tentu berharap ada prinsip keadilan dan pemberdayaan lokal,” ujarnya.
Candra kemudian mempertanyakan mengapa koperasi yang dibentuk oleh masyarakat setempat belum mendapatkan kesempatan, sementara berdasarkan pengamatan mereka terdapat armada dari luar wilayah yang beroperasi.
“Kalau armada dari luar bisa masuk, kenapa koperasi kami yang jelas-jelas dari Ring 1 belum diberi kesempatan?” kata Candra.
Meski menyampaikan keberatan, Candra menegaskan pihaknya tidak bermaksud melakukan konfrontasi dengan perusahaan. Koperasi, kata dia, justru ingin persoalan tersebut dibicarakan secara terbuka agar masyarakat lokal memiliki kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi di sekitar wilayah tambang.
“Kami tidak bermaksud konfrontasi. Kami hanya ingin ada kejelasan mengenai peluang bagi pengusaha lokal Ring 1,” ujarnya.
Sebagai bentuk kesiapan, Koperasi Maju Sejahtera Asri telah menyerahkan company profile dan daftar armada dengan spesifikasi yang disiapkan untuk kebutuhan operasional tambang kepada pihak PT Hanwha.
Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan apabila ke depan terdapat rotasi armada maupun kebutuhan penambahan unit.
Candra mengatakan pihaknya juga akan terus membangun komunikasi dengan manajemen PT Sebuku Coal Group selaku pemilik konsesi serta instansi terkait di tingkat daerah.
“Kami akan terus bersilaturahmi dengan manajemen PT Sebuku Coal Group dan juga Dinas Koperasi serta ESDM Kalsel agar aspirasi pengusaha lokal Ring 1 bisa didengar,” katanya.
Bagi Koperasi Maju Sejahtera Asri, persoalan tersebut bukan semata soal penambahan armada. Lebih jauh, mereka mempertanyakan sejauh mana masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasional dapat memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi perusahaan.
Bagi Candra, menjadi warga Ring 1 bukan hanya soal tinggal berdampingan dengan aktivitas pertambangan, tetapi juga tentang harapan agar kehadiran perusahaan membuka ruang bagi masyarakat lokal untuk tumbuh dan mengambil bagian dalam kegiatan usaha di wilayahnya sendiri. (Rasyid)

