Kotabaru, Kalsel | TAKAM5.COM – Semangat kolaborasi dan inovasi pendidikan menggema di Kabupaten Kotabaru melalui kegiatan Talk Show Berbagi Praktik Baik Implementasi Pembelajaran Mendalam yang sukses digelar di Aula Masjid Apung, pada 19 November 2025.
Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian In Service Learning 2 (IN-2) yang berlangsung sejak 10 hingga 13 November 2025. Acara tersebut mempertemukan puluhan guru dari berbagai jenjang pendidikan untuk saling berbagi pengalaman transformatif dalam dunia pengajaran.
Talk show ini diikuti oleh 60 sekolah dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA/SMK sederajat se-Kabupaten Kotabaru, yang terdiri dari 30 sekolah Batch 1 dan 30 sekolah Batch 2 untuk jenjang SD. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme, meskipun peserta harus duduk lesehan di dalam aula yang dipadati peserta.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotabaru, Taufikurrahman, S.Pd., bersama perwakilan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Selatan.
Wahyu dalam sambutannya, keduanya menekankan pentingnya penerapan pembelajaran mendalam sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Sesi utama talk show menghadirkan para guru inspiratif dari berbagai jenjang yang membagikan praktik baik di sekolah masing-masing, di antaranya Kusmiyati, S.Pd. (TK IT Darul Hijrah), Rahmad Hidayat, S.Pd. (SD Eka Tjipta Cantung), Erwin Ariyanto, S.Pd. (SMP Negeri 1 Kelumpang Barat), dan Nurhikmah, S.Pd. (SMA Negeri 1 Pulau Sembilan).
Salah satu sorotan utama datang dari Rahmad Hidayat, S.Pd., yang memaparkan implementasi pembelajaran mendalam di SD Eka Tjipta Cantung. Ia menjelaskan strategi yang diterapkan di kelas serta dampak positif yang dirasakan oleh para siswa.
Dalam penyampaiannya, Rahmad juga membagikan kisah inspiratif tentang perjuangannya meraih pendidikan hingga ke Yogyakarta. Ia menegaskan bahwa pembelajaran mendalam tidak hanya berfokus pada metode, tetapi juga pada upaya menumbuhkan mimpi dan keberanian pada diri peserta didik.
“Pembelajaran mendalam bukan hanya tentang metode, tetapi tentang menumbuhkan mimpi dan keberanian pada diri murid. Saat guru berani melakukan perubahan, di situlah kita menginspirasi mereka untuk bermimpi besar,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan tingginya partisipasi peserta. Kehadiran fasilitator dan panitia dari BGP Kalimantan Selatan turut mendukung kelancaran acara.
Di akhir kegiatan, Rahmad Hidayat menerima apresiasi khusus dari fasilitator jenjang SD atas penampilan inspiratifnya dalam sesi talk show. Penghargaan tersebut diberikan oleh Muhammad Ahdar, S.Pd., Nur Khlosi Utsman, S.Pd., Mi’at, S.Pd., M. Ilham, S.Pd., serta Evi Damayanti, S.Pd.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong para guru untuk terus berinovasi dan memperluas kolaborasi, sekaligus menjadikan Kabupaten Kotabaru sebagai daerah percontohan dalam penerapan pembelajaran mendalam di Indonesia.
(Ril)





