KOTABARU, KALSEL | TAKAM5.COM – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Kotabaru, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotabaru menggelar kegiatan penukaran sampah dengan sembako sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Kegiatan yang menjadi bagian dari Program Bapilah tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Melalui program ini, warga dapat menukarkan sampah plastik yang telah dikumpulkan dengan paket sembako. Sampah yang diterima umumnya berupa botol plastik minuman dan berbagai jenis kemasan plastik bekas lainnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotabaru,Hj Melinda Ratna Agustina, S.STP, M.IP. menjelaskan bahwa sampah yang disetorkan harus dalam kondisi bersih. Ketentuan tersebut bertujuan membiasakan masyarakat untuk memilah dan membersihkan sampah sebelum diserahkan ke bank sampah maupun Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).

Menurutnya, edukasi kepada masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Sampah yang sudah dipilah dan dibersihkan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan sampah yang tercampur.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, sampah yang terpilah juga memiliki nilai jual yang lebih baik,” ujarnya.

Melinda menambahkan, sampah yang terkumpul nantinya akan diolah di TPS3R maupun TPS Megasari. Setelah melalui proses pengolahan, sampah tersebut dipres menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Pemerintah Kabupaten Kotabaru sendiri telah menjalin kerja sama dengan PT Indocement Tarjun dalam pemanfaatan RDF tersebut. Hasil penjualan RDF tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Kabupaten Kotabaru, kegiatan ini juga dirangkai dengan peluncuran Program Bapilah yang diharapkan mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam gerakan pemilahan sampah dari sumbernya.

Melinda mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah perlu terus ditingkatkan. Pasalnya, sampah yang terpilah dan dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat ekonomi, sementara sampah yang tercampur hanya akan menambah beban TPA yang kapasitasnya semakin terbatas.

“Melalui program ini kami ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa sampah bukan sekadar limbah, tetapi juga sumber daya yang memiliki nilai jika dikelola dengan benar,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa gerakan pemilahan sampah dari sumber merupakan bagian dari kebijakan nasional yang terus didorong pelaksanaannya di berbagai daerah. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, pengelolaan sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan diharapkan dapat terwujud, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga maupun daerah.

(Ril)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *