BATULICIN, KALSEL | TAKAM5.COM – DPRD Tanah Bumbu menyoroti kekacauan keberangkatan ratusan pemudik di Pelabuhan ASDP Batulicin yang menyebabkan banyak penumpang gagal berangkat pada Selasa (17/3/2026).

Ketua DPRD Tanah Bumbu Andrean Atma Maulana bahkan turun langsung ke lokasi bersama Wakil Ketua I DPRD H. Hasanuddin dan Abdul Rahim untuk melihat kondisi para pemudik yang tertahan di area pelabuhan.

IMG 20260317 131334 11zon
Sejumlah penumpang yang gagal berangkat terpaksa menginap selama beberapa hari di penginapan sekitar Pelabuhan Batulicin, menunggu jadwal keberangkatan berikutnya.

Kunjungan pimpinan DPRD itu turut didampingi Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, Danpos Lanal Batulicin, serta Kapolsek Batulicin IPDA Agus S.

Di lokasi, rombongan meninjau sejumlah titik, mulai dari area antrean penumpang, penginapan sementara, hingga kantor ASDP Batulicin. Mereka juga berdialog langsung dengan para pemudik yang tertahan guna mendengar keluhan serta memastikan penanganan berjalan dengan baik.

Sejumlah penumpang mengaku kecewa lantaran tidak bisa berangkat meski telah membeli tiket. Belakangan diketahui sebagian dari mereka membeli tiket melalui calo sehingga tidak tercatat dalam sistem resmi penjualan.

Ketua DPRD Tanah Bumbu Andrean Atma Maulana mengatakan pihaknya akan mengevaluasi persoalan tersebut agar tidak terulang pada periode mudik berikutnya.

“Kami akan menindaklanjuti persoalan tiket ganda ini setelah Lebaran. Ke depan kami berharap ada penambahan armada serta perbaikan sistem agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” ujar Andrean.

Sementara itu, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif memastikan pemerintah daerah tetap hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak. Ia meminta agar kebutuhan dasar para pemudik tetap terpenuhi selama menunggu jadwal keberangkatan berikutnya.

Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan logistik, termasuk makanan untuk berbuka puasa dan sahur bagi penumpang yang masih tertahan di pelabuhan.

General Manager ASDP Batulicin, Ardian, menjelaskan bahwa penumpang yang dapat diberangkatkan adalah mereka yang memiliki tiket resmi yang terdaftar dalam sistem.

“Penumpang yang berangkat adalah yang memiliki tiket resmi. Sedangkan yang tertinggal ini membeli tiket melalui calo sehingga tidak terdata dalam sistem kami,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pihak ASDP harus mematuhi aturan kapasitas kapal demi keselamatan pelayaran, sehingga hanya penumpang yang tercantum dalam manifest yang diperbolehkan berangkat.

Meski demikian, ASDP memastikan seluruh penumpang yang tertinggal akan diberangkatkan setelah kapal kembali dari Sulawesi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk membeli tiket melalui jalur resmi, terutama saat arus mudik yang biasanya diwarnai lonjakan jumlah penumpang. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *