KOTABARU, KALSEL | TAKAM5.com – Tuduhan pencurian handphone kepada anak di bawah umur yang diduga dilakukan Kepala Desa Tanjung Lalak, H. Riduwan, dibantah Keras.
H. Riduwan menegaskan ia tidak menuduh DI mencuri handphone di rumahnya seperti yang dikatakan oleh orang tua DI, Nurani.
“Kan di dalam laporan (Berita) dinyatakan bahwa saya menuduh dan melaporkan anak tersebut ke Polisi, dan menanyakan (Mengintrogasi) anak tersebut di tempat rame. Sesungguhnya itu tidak benar,” tegas Kepala Desa Tanjung Lalak, H. Riduwan, ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jum’at (17/7/26)
Dia melanjutkan, saat itu ia hanya mengkonfirmasi DI secara baik-baik. Menurutnya, orang yang mempertanyakan sesuatu yang hilang di rumah sendiri adalah hal yang wajar. Apa lagi, pertanyaan tersebut dilontarkan kepada seseorang yang ada saat kejadian.
“Tapi bagi saya wajar saja menanyakan. Karna saya juga malu kalo saya tidak tanyakan karna ini kan tamu dari Sulawesi HP-nya hilang,” jelasnya
H. Riduwan juga menjelaskan kronologi hilangnya handphone di rumahnya. Pada hari Rabu handphone tamunya yang berasal dari Sulawesi diduga hilang dicuri.
Saat itu, orang yang menginap di rumahnya hanya pemilik handphone dan DI. DI yang sudah menginap selama dua hari di rumahnya lantas ditanya oleh H. Riduwan perihal hilangnya HP tersebut.
“Dua malam berturut-turut mulai malam Rabu itu kan dia (DI) bermalam, terus malam ke dua malam Kamis tidur di rumah saya. Pada malam ke dua itu hilang lah HP,” katanya
Sementara itu, H. Riduwan juga menanggapi pernyataan traumatis yang dialami oleh DI. Menurutnya, DI tidak mengalami trauma seperti yang dikatakan orang tuanya. Kondisi mentalnya baik, ia mengatakan anak tersebut hingga saat ini masih tetap berbaur kepada masyarakat.
Ditanya apakah sudah pernah melakukan upaya penyelesaian kepada pihak keluarga DI, H. Riduwan mengatakan pihaknya sudah melakukan klarifikasi bahkan ingin meminta maaf namun gagal.
Pasalnya, saat menemui keluarga DI, orang tua DI lantas marah-marah kepadanya sehingga upaya klarifikasi dan permohanan maaf berujung gagal.
“Hari Jum’at berikutnya saya dilaporkan ke Polisi ke Polsek Tanjung Seloka, saya datangi lagi ternyata ibunya itu begitu kami sampai ke sana dia pulang. Jadi kan semacam nda ada mediasi yang diprakarsai Polisi,” ujar H. Riduwan
(Dodi Iskandar)





