Tanah Bumbu, Kalsel | TAKAM5.COM – Pondok Pesantren Azzikra Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) menggelar acara Taujihat wal Irsyadat yang menghadirkan Syaikh Abdullah Mahmud Zibdah dari Palestina. Beliau dikenal sebagai seorang imam, hafidz Al-Qur’an bersanad, serta Supervisor Pusat Al-Qur’an Irbid di Yordania. Acara ini berlangsung di Aula Pondok, Sabtu (15/3), bertepatan dengan momen perpulangan santri menjelang libur Ramadan 1446 H.

Sejak pagi, aula pesantren sudah dipenuhi santri dan walisantri yang ingin menyimak tausiyah dari ulama Palestina tersebut. Acara dibuka dengan penyambutan Syaikh Mahmud dan rombongan, dilanjutkan dengan pembacaan basmallah sebagai doa bersama.

Dalam sambutannya, Kepala Pengasuhan Pondok Putra, Ustadz Pajriadi, S.Pd.I, berpesan agar santri tetap menjaga adab dan menerapkan ilmu yang diperoleh selama di pondok ketika berada di rumah. Sementara itu, Kepala Pengasuhan Pondok Putri, Ustadzah Khaeriyati Jabir, S.Pd.I, mengingatkan para orang tua bahwa para pengasuh di pesantren telah menganggap santri sebagai anak sendiri. “Sekarang, kami titipkan kembali anak-anak ini kepada para orang tua, agar mereka bisa mengamalkan ilmu yang telah dipelajari,” ujarnya.

Pimpinan Pondok, KH. Ahmad Care, Lc., M.Pd., menekankan pentingnya silaturahmi antara pendidik dan orang tua santri, terutama sebelum masa liburan. “Hari ini kita kedatangan tamu istimewa, Syaikh dari Palestina, yang akan berbagi kondisi terkini di sana. Sebagai Muslim, kita tidak boleh diam. Jika tidak bisa membantu secara fisik, kita bisa berkontribusi dengan doa dan donasi,” tuturnya.

Dalam tausiyahnya, Syaikh Abdullah Mahmud Zibdah mengajak umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an dan memperkuat ketakwaan di tengah berbagai ujian hidup. Ia juga menyampaikan kondisi di Palestina yang masih memprihatinkan dan mengajak hadirin untuk menunjukkan solidaritas.

Untuk menggugah empati, panitia menayangkan video yang memperlihatkan realitas di Palestina. Momen ini membuat banyak peserta terharu, bahkan beberapa terlihat menyeka air mata. Sebagai bentuk kepedulian nyata, pondok mengadakan pelelangan syal khas Palestina. Dari hasil lelang, dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp 21 juta, yang akan disalurkan bagi masyarakat Palestina.

Selain itu, pondok juga memberikan apresiasi kepada lima santri dan lima santriwati yang berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an terbanyak dalam 14 hari terakhir. Tak hanya itu, para guru turut memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu yang ada di pondok sebagai bentuk kepedulian sosial.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menguatkan rasa empati terhadap Palestina serta memotivasi para santri untuk semakin mencintai Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. (*/Ril/team)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *