Kotabaru, Kalsel | TAKAM5.COM – Polres Kotabaru melalui Satuan Polairud menggelar program Jumat Curhat di Pelabuhan Panjang, Jumat (04/10/2024). Program ini bertujuan mendengar langsung aspirasi dan keluhan para operator speed boat serta petugas loket, guna menciptakan lingkungan pelabuhan yang lebih aman dan tertib.

IMG 20241004 WA0019 11zon

Kegiatan tersebut dibuka oleh IPDA Fajri Ansya T, S.I.Kom., Paur Subbagdalpers Bag SDM Polres Kotabaru. Dalam diskusi, Rais, kepala loket speed boat, menyoroti masalah penurunan penumpang di tempat yang bukan loket resmi. Ia mempertanyakan tanggung jawab petugas jika terjadi kecelakaan laut akibat praktik ini.

“Bagaimana jika penumpang diturunkan di tempat lain yang bukan loket? Jika terjadi kecelakaan laut, bagaimana tanggung jawab petugas loket?” tanya Rais.

Menanggapi hal tersebut, Aiptu Ponco Irawan, PS. Kanitgakkum Satpolairud Polres Kotabaru, menegaskan pentingnya keselamatan penumpang. Ia menekankan bahwa setiap penumpang wajib turun di loket resmi untuk memudahkan pengawasan.

“Keselamatan penumpang adalah prioritas. Semua penumpang harus naik dan turun di tempat yang telah ditentukan. Kami juga akan meningkatkan sosialisasi kepada operator speed boat terkait aturan ini,” jelas Aiptu Ponco.

Selain itu, Rais juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait penumpang mabuk yang ingin menaiki speed boat. Menurutnya, hal ini berisiko mengganggu keselamatan perjalanan laut.

Menjawab pertanyaan tersebut, Aiptu Ponco menyarankan agar penumpang yang mabuk sebaiknya tidak diizinkan berangkat. “Untuk keamanan bersama, penumpang yang mabuk lebih baik tidak diberangkatkan. Jika diperlukan, laporkan ke Polairud untuk tindakan lebih lanjut,” tegasnya.

Isu persaingan antaroperator speed boat juga menjadi perhatian dalam diskusi ini. Daeng Onyeng, salah satu operator, menanyakan bagaimana mengatasi masalah penumpang langganan yang “direbut” oleh operator lain.

“Jika kami sudah punya penumpang langganan, tetapi tiba-tiba diambil oleh operator lain, bagaimana cara menyikapinya?” ungkap Daeng Onyeng.

Aiptu Andi Barlansyah, menekankan pentingnya menjaga persaingan yang sehat di antara para operator. Menurutnya, komunikasi dan saling menghargai harus dijaga agar operasional di pelabuhan tetap kondusif.

“Persaingan yang sehat antaroperator sangat diperlukan agar semua berjalan lancar dan adil,” ujarnya.

Acara ini ditutup oleh Ipda Indra, S.H., yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peserta dan mengajak semua pihak untuk menjaga keamanan di Pelabuhan Panjang.

(Ril*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *