KOTABARU, KALSEL | TAKAM5.COM — Ratusan anggota menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 KUD Gajah Mada yang digelar di Desa Telaga Sari, Kecamatan Kelumpang Hilir, Rabu (11/3/2026). Forum tahunan tersebut menjadi momentum penting bagi koperasi untuk mengevaluasi kinerja sekaligus merumuskan arah pengembangan usaha demi meningkatkan kesejahteraan para anggota.
Kegiatan itu juga dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kotabaru, Syarwani, serta perwakilan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kotabaru, Risa Ahyani. Selain itu, tampak hadir unsur Forkopimcam Kelumpang Hilir, Forkopimcam Kelumpang Hulu, dan Forkopimcam Kelumpang Selatan, serta para kepala desa beserta jajarannya.
Kepala KUD Gajah Mada, Darmadi, mengatakan RAT merupakan agenda penting bagi koperasi karena menjadi ruang bagi pengurus untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban sekaligus melakukan evaluasi terhadap perjalanan organisasi selama satu tahun terakhir.
Menurutnya, forum tersebut juga menjadi wadah bagi anggota untuk menyampaikan masukan dan menentukan langkah strategis koperasi ke depan agar semakin berkembang dan memberi manfaat nyata bagi para anggota.
“Rapat Anggota Tahunan ini bukan hanya sebatas agenda rutin, tetapi juga momentum bagi kami untuk mengevaluasi kinerja koperasi sekaligus menyusun langkah ke depan agar lebih baik,” ujar Darmadi.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan komitmen koperasi untuk terus mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau replanting. Program tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas kebun sawit milik anggota yang sebagian sudah memasuki usia tidak produktif.
Darmadi menjelaskan, melalui program PSR, kebun sawit anggota yang sudah tua akan diremajakan dengan tanaman baru yang lebih unggul sehingga hasil produksi di masa depan dapat meningkat.
“Melalui program PSR ini kami berharap kebun milik anggota yang sudah tidak produktif bisa diremajakan. Dengan tanaman yang lebih baik, tentu diharapkan hasilnya juga meningkat sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan anggota,” katanya.
Tak hanya fokus pada sektor perkebunan, KUD Gajah Mada juga mulai mendorong pengembangan berbagai usaha baru yang dinilai memiliki potensi ekonomi bagi koperasi.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya memperkuat kemandirian koperasi sekaligus membuka peluang tambahan bagi anggota dalam meningkatkan pendapatan.
“Kami ingin koperasi ini benar-benar menjadi wadah ekonomi bagi anggota. Karena itu selain mendukung program replanting, kami juga berupaya mengembangkan usaha baru yang bisa memberikan manfaat lebih luas bagi anggota,” tutur Darmadi.
Ia berharap sinergi antara koperasi, pemerintah daerah, serta seluruh anggota dapat terus terjalin sehingga berbagai program yang telah direncanakan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. (*)





