KOTABARU, Kalsel | TAKAM5.COM —Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Kotabaru, Sahrianto, S.Sos., bersama jajaran pengurus AMAN Kotabaru dan Ketua Pembela Pengacara AMAN Kalimantan Selatan menghadiri pelaksanaan Aruh Bawanang yang digelar Keluarga Besar Balai Buntar di Balai Adat Buntar, Desa Bangkalaan Dayak, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru.

Kehadiran jajaran pengurus AMAN tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya masyarakat Dayak yang hingga kini terus dijaga dan diwariskan secara turun-temurun.

Aruh Bawanang merupakan ritual adat tahunan yang dilaksanakan sebagai ungkapan syukur sekaligus sarana memanjatkan doa untuk keselamatan, keberkahan, serta keharmonisan masyarakat.

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak Minggu, 23 Agustus hingga Rabu, 26 Agustus 2026, dan dipusatkan di Balai Adat Buntar. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat turut menampilkan berbagai tradisi, seni, dan budaya khas Dayak.

Ketua Keluarga Besar Balai Buntar mengatakan, Aruh Bawanang tidak sekadar menjadi kegiatan adat, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menjaga kearifan lokal.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk memanjatkan doa demi keselamatan dan keberkahan seluruh masyarakat.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk melaksanakan adat, tetapi juga untuk mempererat hubungan dan menjaga warisan leluhur agar tetap dikenal dan dilaksanakan oleh generasi berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua AMAN Kabupaten Kotabaru, Sahrianto, S.Sos., mengapresiasi pelaksanaan Aruh Bawanang tersebut. Ia menilai keberadaan ritual adat seperti ini sangat penting dalam menjaga identitas serta keberlangsungan budaya masyarakat Dayak.

Menurut Sahrianto, pelestarian adat dan budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab para tetua adat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan generasi muda.

“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan Aruh Bawanang ini. Tradisi seperti ini harus terus dijaga karena merupakan bagian dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat Dayak,” kata Sahrianto.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat Dayak, sekaligus menjaga warisan budaya leluhur di Kabupaten Kotabaru.

Kehadiran AMAN dalam kegiatan tersebut juga diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam menjaga eksistensi adat, budaya, serta nilai-nilai kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.

Turut hadir Ketua PPMAN Kalsel Dariatman, S.H., Ketua Bidang OKK Zaini Sukarni, AJMAN Agus Surya, Ketua Bidang Informasi AMAN Syamsir Alam, serta sejumlah tokoh adat dan masyarakat setempat.

(Agus Surya/AJMAN)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *