IKN, Kaltim | Takam5.com — Kehadiran Dewan Adat Dayak Kalimantan Selatan (DAD Kalsel) dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi momentum untuk mendorong keterlibatan masyarakat adat, khususnya warga Dayak, dalam pembangunan ibu kota baru.

Plt. Ketua Umum DAD Kalsel, Mandan, S.Ag., M.M., mengatakan kehadiran DAD Kalsel dalam peringatan detik-detik kemerdekaan di IKN merupakan sebuah kehormatan. Ia berharap pembangunan IKN tidak hanya menghadirkan pusat pemerintahan baru, tetapi juga memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat lokal.

1002440523 11zon

“Merupakan suatu kehormatan DAD Kalsel dapat mengikuti upacara HUT RI ke-81 di IKN. Semoga keberadaan IKN di Kalimantan dapat memberikan nilai positif, khususnya bagi masyarakat Dayak. Semoga SDM Dayak dapat dilibatkan dalam roda pemerintahan di lembaga pemerintah IKN,” ujar Mandan, Senin (17/8/2026).

Harapan tersebut juga ia sampaikan dalam pertemuan dengan Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Kampus IKN, Brigjen TNI Rudi Setiawan, S.E., M.I.P., M.Han. Dalam pertemuan itu, Mandan mendorong agar generasi muda daerah memiliki kesempatan lebih luas untuk mengakses pendidikan berkualitas di IKN.

1002440525 11zon

“Agar putra-putri Dayak terbaik dapat melanjutkan pendidikan di SMA Nusantara IKN,” tegasnya.

Selain pendidikan, Mandan juga berdiskusi dengan pejabat Otorita IKN (OIKN) Bidang Sosial dan Budaya, Mesak. Dalam pertemuan tersebut, ia memperoleh informasi bahwa sejumlah putra-putri Dayak telah mulai terlibat dalam struktur pemerintahan OIKN.

“Pada saat ini ada beberapa orang putra-putri Dayak terlibat langsung dalam pemerintahan OIKN,” ungkap Mandan.

1002440641 11zon

Menurut Mandan, keterlibatan masyarakat lokal dalam pembangunan IKN perlu terus diperkuat, baik melalui akses pendidikan maupun kesempatan untuk berkontribusi dalam pemerintahan dan pembangunan.

Rangkaian pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya DAD Kalsel untuk memastikan pembangunan IKN berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat adat Kalimantan untuk mengambil peran dalam pembangunan di tanah sendiri. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *