Kotabaru, Kalsel | TAKAM5.COM – Kepala Desa Karang Payau, Arbani, S.Ap., memimpin langsung acara peletakan batu pertama pembangunan Mushola Al-Ikhlas pada Minggu (9/20/24). Pembangunan mushola ini akan menjadi pusat ibadah bagi warga RT 01 dan 02 di Desa Karang Payau, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Mushola Al-Ikhlas akan dibangun di atas tanah hibah seluas 144 meter persegi dari Ibu Darmasiah, dengan luas bangunan 36 meter persegi. Pembangunan ini diharapkan mampu mengatasi kendala jarak yang cukup jauh dari masjid yang ada, sehingga memudahkan warga dalam melaksanakan ibadah berjamaah.

Acara peletakan batu pertama yang dilaksanakan dengan khidmat ini dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, antara lain Kepala Dusun 1, Astani Ketua RT 01 As’ari dan Ketua RT. 02, Arifin, tokoh masyarakat, Syarmansyah serta Tokoh agama setempat Selain itu, hadir pula Bhabinkamtibmas, Imam dan perwakilan Komunitas Trip Saijaan, Zaini Sukarni.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Karang Payau, Arbani, mengungkapkan pentingnya pembangunan mushola bagi warga setempat. “Dengan adanya mushola ini, warga RT 01 dan 02 yang selama ini terkendala dengan jarak ke mushola yang lebih jauh, kini dapat dengan mudah melaksanakan ibadah berjamaah di lingkungan mereka sendiri,” kata Arbani. Ia juga menambahkan bahwa ke depannya, akan dibentuk kepengurusan mushola untuk memastikan kelancaran pembangunan dan kegiatan keagamaan di mushola tersebut.

Sementara itu, Mursyid, tokoh pemuda Desa Karang Payau, Sekaligus Pemerkasa menekankan pentingnya kebersamaan dalam mewujudkan pembangunan mushola ini. “Mushola Al-Ikhlas bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi antar warga. Terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah hadir dan turut serta dalam pembangunan ini,” kata Mursyid.

Acara peletakan batu pertama ini diakhiri dengan doa bersama, diiringi harapan agar pembangunan mushola dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga dapat memberikan manfaat besar bagi kehidupan religius masyarakat Desa Karang Payau. (*/Zen)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *