Tanah Bumbu, Kalsel | TAKAM5.COM – Kebocoran pipa PT Air Minum Bersujud di kawasan lampu merah Simpang Empat, Jalan Provinsi Jenderal A. Yani, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, terus menjadi sorotan warga. Lubang yang muncul akibat kebocoran ini tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Masalah ini semakin mendesak, mengingat lokasi tersebut merupakan jalur strategis dengan tingkat lalu lintas yang tinggi. Hingga Selasa, 24 Desember, lubang-lubang tersebut masih menjadi perhatian serius bagi pengguna jalan.
Ujang, seorang tukang jahit sepatu yang memiliki usaha di dekat lokasi, mengungkapkan bahwa perbaikan sementara sudah dilakukan beberapa kali, namun hasilnya tidak bertahan lama. “Lubangnya sempat ditambal dengan semen, tapi hanya bertahan tiga hingga empat hari. Airnya terus keluar, mungkin karena pipa yang masih bocor di bawahnya,” ujarnya.
Dewi, seorang pengendara motor, juga mengungkapkan keluhannya. “Lubang di jalan ini sangat mengganggu dan bisa mengakibatkan kecelakaan,” ujarnya. Saat ditanya solusi, ia tegas menjawab, “Diperbaiki saja.” Mengenai lamanya kerusakan, Dewi mengatakan, “Sudah lama rusaknya, kemarin sempat parah, tapi sekarang sedikit membaik.” Ucapnya.
Direktur PT Air Minum Bersujud, Ardiansyah, S.E., menjelaskan bahwa kebocoran sulit diatasi karena lokasinya berada di bawah tanah dengan kedalaman sekitar satu meter. “Kebocoran ini sudah berlangsung lama, dan air yang keluar sering muncul di tempat yang berbeda dari titik kebocorannya. Kami sedang mencari waktu yang tepat untuk membongkar jalan tanpa mengganggu aktivitas warga,” jelas Ardiansyah dalam wawancaranya pada Selasa, 24 Desember, di Ruang Kantor PT Air Minum Bersujud, Jl. Jenderal A. Yani, Kelurahan Sejahtera, Kecamatan Simpang Empat, Tanah Bumbu.
Ia menambahkan, perbaikan hanya bisa dilakukan pada malam hari, mengingat padatnya lalu lintas di kawasan tersebut pada siang hari. “Kami harus bekerja setelah pukul 22.00, ketika jalan lebih sepi,” tambahnya.
Pipa yang bocor merupakan pipa lama yang dipasang sejak tahun 1992. Usia pipa yang sudah tua dan tekanan air yang tinggi menjadi penyebab utama kebocoran. “Air merembes ke tempat di mana ada udara, jadi meskipun terlihat basah di satu tempat, sumber kebocorannya bisa berada jauh dari situ,” jelasnya.
Selain itu, kebocoran ini menyebabkan kerugian karena kehilangan air yang terus menerus. “Setiap kebocoran berarti kehilangan air, dan kami berusaha memperbaiki setiap kebocoran secepat mungkin,” tegasnya.
Dengan tantangan teknis yang ada, PT Air Minum Bersujud berkomitmen untuk mempercepat identifikasi dan perbaikan kebocoran ini agar masalahnya segera teratasi. (*)





