Balangan, Kalsel | TAKAM5.COM — Suasana santai namun penuh makna mewarnai kegiatan Cafe Morning bersama Kapolsek Halong IPDA Muhammad Fajar Saputra, S.H., M.M. bersama sejumlah tokoh dan pengurus lembaga adat Dayak di wilayah Balangan.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan membangun sinergi antara kepolisian dengan lembaga adat, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Plt. Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Selatan, Mandan, S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa komunikasi antara kepolisian dan lembaga adat merupakan bagian penting dalam menjaga kondusivitas masyarakat.

Dalam pertemuan itu, sejumlah persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat turut menjadi pembahasan, mulai dari pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), situasi kamtibmas, hingga upaya mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan masyarakat adat Dayak.

DAD Kalsel juga mendorong adanya dukungan terhadap program Kapolri dalam pemberantasan penyalahgunaan narkotika, terutama melalui pendekatan yang melibatkan masyarakat adat dan lembaga adat di tingkat komunitas.

Menurut Mandan, lembaga adat memiliki posisi strategis karena keberadaannya sangat dekat dengan masyarakat. Karena itu, penguatan komunikasi antara lembaga adat dan aparat kepolisian dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk mencegah berbagai persoalan sosial sejak dari lingkungan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Adiancon, Ketua Lembaga Adat Dayak Meratus, menekankan pentingnya memperkuat kelembagaan adat sebagai basis untuk menjaga keberlangsungan adat dan budaya Dayak.

Ia menilai lembaga adat bukan hanya memiliki peran dalam pelestarian budaya, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban sosial serta memperkuat penerapan nilai-nilai dan hukum adat di tengah masyarakat.

“Lembaga adat harus terus diperkuat sebagai dasar untuk menjaga adat dan budaya sekaligus memperkuat hukum adat dalam kehidupan masyarakat,” ujar Adiancon.

Sementara itu, Syahdi, S.Pd., M.M., Ketua DAD Balangan, menegaskan pentingnya menjaga dan merawat hubungan baik dengan kepolisian, khususnya jajaran Polres Balangan.

Menurutnya, hubungan yang terjalin dengan baik antara lembaga adat dan kepolisian akan membuka ruang komunikasi yang lebih luas dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana hubungan baik ini terus kita jaga dan pelihara, khususnya dengan Polres Balangan,” kata Syahdi.

Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya DAD Kalsel membangun kerja sama dengan berbagai lembaga adat Dayak, baik di tingkat masyarakat maupun kabupaten.

Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertemuan formal, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk komunikasi dan kerja bersama di lapangan, terutama dalam menjaga kamtibmas, mencegah karhutla serta mengantisipasi penyalahgunaan narkotika.

DAD Kalsel memandang komunikasi antarlembaga menjadi salah satu kunci untuk menyatukan langkah dalam menghadapi persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Melalui Cafe Morning bersama Kapolsek Halong IPDA Muhammad Fajar Saputra, S.H., M.M., komunikasi antara kepolisian dan lembaga adat diharapkan semakin terbuka. Bukan hanya untuk membicarakan persoalan keamanan, tetapi juga membangun kepercayaan dan kebersamaan dalam menjaga masyarakat.

Pertemuan sederhana di meja kopi itu pun menjadi gambaran bahwa menjaga keamanan tidak selalu harus dimulai dari forum resmi. Dari komunikasi yang terbuka antara aparat dan masyarakat adat, berbagai persoalan diharapkan dapat dicegah dan diselesaikan bersama sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *