KOTABARU, KALSEL | TAKAM5.COM – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Kotabaru menggelar Musyawarah Daerah (Musda) dengan mengusung tema “Memperkuat Eksistensi Masyarakat Adat melalui Pengakuan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak-haknya di Kabupaten Kotabaru”. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kecamatan Kelumpang Hulu, Desa Sungai Kupang, Sabtu (21/12/2025).

Musda AMAN Kotabaru dihadiri Asisten I Setda Kotabaru H. Minggu Basuki yang mewakili Bupati Kotabaru, Pelaksana Tugas Camat Kelumpang Hulu Akhmad Mawardi, unsur Forkopimcam, serta perwakilan komunitas masyarakat adat dari berbagai wilayah di Kabupaten Kotabaru.

Agenda utama Musda meliputi pemilihan Ketua AMAN Kabupaten Kotabaru, pemilihan para damang, serta penyampaian program kerja Komisi I Organisasi, Komisi II Program, dan Komisi III Resolusi dan Kebijakan. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara musyawarah dan mufakat.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Kotabaru, H. Minggu Basuki berharap kepengurusan AMAN yang terpilih dapat menjalankan program kerja secara konsisten dan selaras dengan tujuan organisasi.

“Harapan kami, pengurus yang terpilih nantinya mampu melaksanakan program kerja yang telah disusun, serta menjalankan tujuan dan keinginan organisasi, baik yang ditetapkan oleh AMAN pusat maupun AMAN wilayah,” ujar Minggu Basuki.

Sementara itu, Plt Camat Kelumpang Hulu Akhmad Mawardi menekankan pentingnya implementasi program kerja AMAN ke depan dalam memperkuat posisi masyarakat adat.

“Dengan Musda ini, kita berharap program kerja yang disusun benar-benar dapat dijalankan sehingga masyarakat adat ke depan semakin dihormati dan diakui,” katanya.

Dari unsur Dewan Adat AMAN Wilayah, Baderi menyoroti pentingnya sinergi antara pengurus AMAN yang baru dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendorong pengakuan resmi masyarakat adat di Kotabaru.

“Pengakuan masyarakat adat di Kotabaru masih dalam proses. Kami berharap pengurus terpilih hari ini dapat kembali mendorong proses tersebut hingga terbitnya surat keputusan bupati,” ujarnya.

Anggota DPRD Kotabaru, Nosriyono, mengapresiasi pelaksanaan Musda AMAN dan menekankan prinsip keterwakilan dalam struktur organisasi.

“Kami berharap kepengurusan AMAN diisi oleh perwakilan berbagai komunitas adat. AMAN adalah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, sehingga tidak didominasi oleh satu suku saja,” kata Politisi Partai Gerindra tersebut.

Musda ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi AMAN Kotabaru dalam memperjuangkan pengakuan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak masyarakat adat di daerah tersebut. (*)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *