KOTABARU, KALSEL | TAKAM5.COM — Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia olahraga Kabupaten Kotabaru. Akhmad Nizham Aqso (12), siswa kelas VI SDN Dirgahayu 1 Kotabaru, berhasil mengharumkan nama daerah setelah meraih medali emas dalam ajang Taekwondo Academy Championship 2026 tingkat provinsi.
Kejuaraan yang mempertemukan atlet dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah tersebut berlangsung di Gedung Olahraga Hasanuddin Banjarmasin, Minggu (20/9/2026).
Capaian Aqso mendapat apresiasi dari M. Hafidz Halim, S.H., pengacara asal Kotabaru yang akrab disapa Bang Naga. Ia menilai keberhasilan Aqso menjadi kabar membanggakan bagi Kotabaru sekaligus menunjukkan adanya potensi atlet muda yang patut mendapat perhatian dan pembinaan secara berkelanjutan.
Bagi Bang Naga, prestasi tersebut juga memiliki makna tersendiri. Aqso merupakan anak dari sahabatnya, Taufiq Fansyuri, S.KM., salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kesra Pemerintah Daerah Kabupaten Kotabaru.
“Aqso adalah anak sahabat saya, Taufiq Fansyuri, S.KM., salah satu ASN di Kesra Pemda Kabupaten Kotabaru. Jadi, saya tentu ikut merasa bangga melihat prestasi yang diraih Aqso,” ujar Bang Naga.
Menurutnya, keberhasilan Aqso di usia yang masih sangat muda patut diapresiasi. Bukan hanya karena berhasil membawa pulang medali emas, tetapi juga karena Aqso berani tampil dan bersaing pada kejuaraan tingkat provinsi.
“Ini prestasi yang sangat membanggakan. Aqso masih berusia 12 tahun, tetapi sudah mampu membawa nama Kotabaru dan meraih medali emas di tingkat provinsi. Ini tentu patut kita apresiasi,” katanya.
Bang Naga mengatakan prestasi seorang atlet muda tidak hanya diukur dari medali yang diperoleh. Di balik capaian tersebut terdapat proses latihan, kedisiplinan, keberanian serta mental bertanding yang harus terus dibangun.
Ia berharap pencapaian Aqso tidak berhenti pada satu kejuaraan. Medali emas tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kemampuan dan membuka peluang meraih prestasi pada tingkat yang lebih tinggi.
“Yang paling penting jangan cepat puas. Terus berlatih, jaga disiplin dan mental. Medali ini mudah-mudahan menjadi awal dari prestasi-prestasi berikutnya,” ucapnya.
Aqso sendiri mengaku keikutsertaannya dalam Taekwondo Academy Championship 2026 merupakan pengalaman pertamanya tampil di tingkat provinsi. Ia sempat merasa kurang percaya diri karena harus bersaing dengan atlet-atlet yang lebih berpengalaman, termasuk mereka yang pernah mengikuti pemusatan latihan.
“Awalnya saya tidak percaya diri, karena banyak atlet yang sudah berpengalaman. Tapi saya mencoba tetap yakin dan fokus,” ujar Aqso.
Berbekal latihan yang konsisten bersama Dojang Tahta Academy Kotabaru, Aqso akhirnya mampu tampil maksimal hingga keluar sebagai juara pertama dan membawa pulang medali emas.
“Ini hasil dari latihan yang terus dilakukan. Saya juga berterima kasih kepada pelatih dan semua yang sudah mendukung,” katanya.
Bang Naga turut menyoroti proses pembinaan yang dilakukan Dojang Tahta Academy Kotabaru. Menurutnya, keberadaan pelatih, dukungan keluarga, lingkungan olahraga serta perhatian pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam membentuk atlet muda.
Pembinaan tersebut, kata dia, tidak hanya diperlukan untuk meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun mental dan kepercayaan diri atlet ketika harus menghadapi kompetisi.
“Aqso harus terus diberikan dukungan, baik dari keluarga, pelatih maupun pemerintah daerah, supaya bakat dan kemampuannya terus berkembang,” ujar Bang Naga.
Ia juga menilai dukungan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) serta Pemerintah Kabupaten Kotabaru penting untuk terus membuka ruang bagi atlet-atlet muda agar mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai kompetisi.
Menurutnya, semakin banyak kesempatan bertanding yang diberikan kepada atlet usia dini, semakin banyak pula pengalaman yang mereka dapatkan untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.
“Kalau pembinaan dilakukan secara konsisten dan anak-anak diberikan ruang untuk berkompetisi, saya yakin akan semakin banyak atlet muda Kotabaru yang muncul dan mengukir prestasi,” tuturnya.
Bang Naga berharap prestasi Aqso dapat menjadi motivasi bagi anak-anak lainnya di Kotabaru untuk berani menekuni olahraga sesuai bakat masing-masing. Menurutnya, prestasi olahraga juga menjadi salah satu cara bagi generasi muda untuk membawa nama daerah ke tingkat yang lebih luas.
“Semoga Aqso terus berkembang dan prestasinya semakin tinggi. Mudah-mudahan keberhasilannya bisa memotivasi anak-anak Kotabaru lainnya untuk terus berlatih dan berprestasi,” pungkas Bang Naga. (*)





