TAKAM5.COM | Kotabaru, Kalsel — Perjuangan panjang warga transmigrasi Desa Bekambit, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, akhirnya mendapat perhatian pemerintah pusat. Selasa (10/2/2026), Kementerian Transmigrasi melalui Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyampaikan langkah konkret penyelesaian sengketa lahan yang menjerat ratusan Sertifikat Hak Milik (SHM) warga.
Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan melalui sambungan video call yang dilakukan atas mandat Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara. Dalam forum tersebut, warga diminta mendengarkan langsung komitmen pemerintah terkait arah penyelesaian konflik agraria yang berlangsung bertahun-tahun.
Dalam arahannya, Viva Yoga menyebut Kementerian ATR/BPN akan membatalkan surat keputusan yang sebelumnya membatalkan SHM milik warga.
“Insya Allah nanti Kementerian ATR/BPN akan membatalkan SK yang telah membatalkan sertifikat hak milik Bapak-Ibu sekalian,” ujar Viva Yoga disambut ucapan syukur warga.
Tak hanya itu, pemerintah juga akan meninjau ulang bahkan membatalkan hak pakai yang selama ini dimiliki pihak perusahaan penambang.
Langkah berikutnya, kata dia, tim lintas kementerian akan segera turun ke Kotabaru. Kementerian Transmigrasi, ATR/BPN, dan Kementerian ESDM disebut akan mengirim pejabat setingkat direktur jenderal guna melakukan mediasi sekaligus memastikan pemulihan hak warga berjalan.
“Para Dirjen akan turun langsung ke Kotabaru untuk memediasi dan memastikan agar hak utama SHM yang dimiliki Bapak-Ibu dikembalikan penuh,” katanya.
Ia juga memastikan laporan warga telah diterima Presiden. Pemerintah, lanjutnya, telah menempatkan tim di lokasi dan meminta mereka tetap siaga mengawal proses hingga tuntas.
Menurut Viva Yoga, penyelesaian konflik tersebut sejalan dengan program Trans Tuntas yang memang dirancang untuk membereskan persoalan pertanahan di kawasan transmigrasi.
Salah seorang warga yang mendapat kesempatan berbicara menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah pusat. Suaranya bergetar menahan haru setelah mendengar kepastian tindak lanjut.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak, Pak,” ujarnya singkat.
Meski demikian, pembahasan teknis akan dilanjutkan oleh tim di lapangan agar keputusan berjalan sistematis dan tidak kembali berlarut. (*)







