KOTABARU | TAKAM5.COM – Meskipun sudah mendapat perawatan medis, kades Sakadoyan, Suriansyah mengaku masih belum pulih sepenuhnya dan mengalami amnesia yang signifikan.
Ia berencana akan menjalani perawatan lebih lanjut dengan seorang dokter ahli saraf.
Suriansyah menginginkan tetap melanjutkan proses hukum yang dialaminya.
“Saya tidak akan berhenti. Saya mengalami cacat seumur hidup karena insiden itu. Gigi saya patah dan hingga saat ini saya masih menderita,” ujarnya. Kepada media ini melalui telepon. Pada Minggu (28/04/2024).
Dalam pengakuannya Ia mengatakan merasa tidak tenang, kepala bagian belakang dan lehernya terasa masih sakit.
“Ingatan saya masih terganggu oleh kejadian yang mengakibatkan saya mengalami penderitaan yang begitu mendalam,” katanya dengan nada sedih.
Dia mengatakan ketidakpuasannya karena pelaku pemukulan dirinya belum ditangkap, masih bebas berkeliaran di wilayah tersebut.
Dia mengatakan, meskipun sudah melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian namun, proses penangkapan pelaku belum dilakukan karena dirinya belum dipanggil untuk pemeriksaan resmi.
“Kenapa pelaku harus ditangkap?” Katanya.
Dia merasa khawatir Si pelaku masih memiliki dendam terhadapnya dan keluarganya. Dia mengaku takut Si pelaku akan melakukan serangan lainnya.
Selain itu, Dia meminta agar beberapa saksi dipanggil untuk memberikan keterangan terkait kejadian tersebut, diantaranya Yuli, istri Kades Harapan Baru.
“Waktu itu dia tepat ada di samping saya. kemudian, Dedi, Baco, Atong, H Mahmud, Sunar, Maslin, dan mantan kepala desa kalian, termasuk security ada di sana,” sebutnya.
Dia mengatakan informasi dari saksi-saksi tersebut penting untuk mengungkap kebenaran secara menyeluruh.
“Saya meminta agar semua saksi dipanggil oleh polisi untuk memberikan keterangan,” pungkasnya.
(Red).





