Kotabaru, Kalsel | TAKAM5.COM – Sebuah langkah maju dalam dunia pendidikan dilakukan oleh para pelajar dan guru asal Kotabaru dengan keberangkatan mereka ke Jepang dalam rangka mengikuti program One Week Study in Japan. Program yang telah berlangsung sejak 2015 ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar lintas budaya kepada siswa serta memperkenalkan budaya Kalimantan Selatan di tingkat internasional. Selasa, (10/12).
Keberangkatan tahun ini melibatkan lima siswa dari SMAN 2 Kotabaru, yaitu Asyita Ekaulika Ramadhani, Zahratun Nurbah, Raiysa Nur Afifah, M. Yusva Ramadhan, serta dua guru pendamping, yaitu Indriani Fujianti dari SMPN 2 Kotabaru dan Edy Rakhmadi dari SMAN 1 Pamukan Utara. Mereka dijadwalkan bertolak pada 10 Desember dan kembali ke tanah air pada 18 Desember, dengan tiba di Jakarta pada 19 Desember 2024.
Program ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk memahami lebih dalam sistem pendidikan Jepang, yang dikenal dengan kedisiplinan dan inovasinya. Selain itu, mereka juga dapat mempraktikkan kemampuan berbahasa Inggris dan Jepang, serta memperluas jaringan internasional dengan siswa dari negara lain. Tak hanya itu, para peserta juga akan mempelajari budaya Jepang secara langsung, mulai dari tradisi hingga gaya hidup masyarakatnya.
Promosi Budaya Kalimantan Selatan
Program ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga sarana mempromosikan budaya lokal. Tahun ini, delegasi Kotabaru membawa video sejarah berdirinya Kotabaru yang diproduksi oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga. Selain itu, mereka juga menampilkan vlog kehidupan sehari-hari pelajar Kotabaru, serta menggelar fashion show kain Sasirangan yang dilengkapi video proses pembuatannya dari UD Katojoe.
Sejak diluncurkan pertama kali pada 2015, program ini telah memberangkatkan siswa Kotabaru sebanyak tujuh kali, termasuk tahun ini. Program ini dianggap sebagai salah satu langkah penting untuk membekali siswa dengan wawasan global sekaligus memperkenalkan budaya Kalimantan Selatan di kancah internasional.
Kepala Dinas Pendidikan Kotabaru menyatakan harapannya agar program ini dapat terus berlanjut di masa mendatang. “Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa dalam hal pembelajaran, tetapi juga memperkuat kebanggaan mereka terhadap budaya lokal. Kami berharap pengalaman berharga ini dapat terus dinikmati oleh generasi pelajar Kotabaru berikutnya,” ujarnya saat menyerahkan surat tugas keberangkatan.
(Ril/*).





