TANAH BUMBU, KALSEL | TAKAM5.COM – Puluhan warga Desa Tajur, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, melayangkan keluhan terkait kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah mereka. Dari total 59 titik lampu yang terpasang di sepanjang jalan desa, setidaknya 26 di antaranya dilaporkan mati dan tak berfungsi.

Keluhan itu disampaikan langsung oleh tokoh masyarakat setempat, H. Jamaluddin atau yang akrab disapa Puang H. Jamal. Ia menyayangkan rusaknya puluhan lampu yang menurutnya baru sekitar satu bulan dipasang oleh pihak kontraktor.

“Kami sangat menyayangkan kondisi ini. Padahal anggaran negara sudah digunakan, tetapi hasilnya tidak maksimal. Apa gunanya dipasang kalau akhirnya tidak berfungsi? Ini hanya pemborosan anggaran belaka,” ujar H. Jamal dengan nada geram, Selasa (15/7/2025).

Menurutnya, kerusakan lampu bukan kali pertama terjadi. Ia mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan tersebut ke instansi terkait, namun hingga kini belum ada respons nyata. H. Jamal juga mempertanyakan kualitas material yang digunakan dalam proyek tersebut.

“Kami menduga kuat kualitas lampu yang dipasang kurang baik. Kami menyarankan, lebih baik jumlah titik lampunya dikurangi, asal menggunakan lampu berkualitas tinggi agar tahan lama,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebagian lampu bahkan sudah mati lebih dari enam bulan dan tidak mendapat penanganan. Kondisi itu dinilai berdampak langsung terhadap kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, terutama saat malam hari. Kegelapan di sejumlah ruas jalan juga dikhawatirkan dapat memicu tindak kriminalitas.

“Kami minta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Tanah Bumbu segera menanggapi persoalan ini. Jangan menunggu sampai terjadi hal-hal yang merugikan warga. Pemerintah harus hadir dan cepat merespons keluhan masyarakat,” tambahnya.

Menanggapi keluhan tersebut, pihak Dinas Perkimtan melalui stafnya, Daus Sempo, menyatakan akan segera melakukan pengecekan dan meneruskan laporan ke bidang teknis.

“Waalaikumslm Wr. Wb. Terima kasih atas infonya, Pak. Nanti kami cekkan bagaimana kondisinya dan kami teruskan ke bidang teknisnya,” tulis Daus dalam pesan singkat kepada redaksi, Selasa (15/7/2025).

Sebagai media yang menjunjung prinsip pemberitaan berimbang, Takam5.com telah mengonfirmasi keluhan warga ini kepada pihak berwenang dan akan terus memantau perkembangan di lapangan.

Warga Desa Tajur sendiri berharap agar pemerintah daerah menunjukkan kepedulian nyata terhadap fasilitas umum seperti PJU, agar benar-benar memberi manfaat dan tidak sekadar menjadi proyek formalitas tanpa fungsi. (*/Team)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *